Pada Tahun 1952 Desa Dewua terpecah tiga antara lain sebagian pindah di Wilayah Desa Patiwunga dan sebagian pindah di Wilayah Desa Tampemadoro dan sebagian lagi tetap bertahan di Desa Dewua. Yang pindah di Desa Patiwunga di Sponsori oleh Bapak. R. MOHAMA. Sebelum orang banyak pindah ke Wilaya Desa Patiwunga, terlebih dahulu Sebelas Orang turun pertama untuk mencari Perkampungan. Hari senin tanggal 16 Juni 1955 sebelas Orang itu berjalan kaki untuk mencari tempat yang bisa dijadikan Perkampungan. Mereka berjalan menelusuri Wilaya yang berada di sebelah Utara Desa Tangkura dan itu terlaksana pada hari itu juga, mereka mendapat empat tempat yang dapat dijadikan Perkampungan yaitu Padaungkuni, Kakawu, Lari Moloe dan Panganjaya Malitu. Inilah yang dapat mereka survei pada hari itu. Pada malam kamisnya mereka yang Sebelas orang tersebut mengadakan rapat di rumah Bapak.K.Mohama, dan mereka mendapat kesimpulan pada waktu itu untuk di jadikan Perkampungan yaitu jatu pada Wilaya Panganjaya malitu. Sedangkan nama-nama orang yang Sebelas tersebut ialah:
Serta mereka semua mendapat persetujan dari Masyarakat sekitarnya yaitu Masyarakat Desa Tangkura bahwa Persimpangan Malitu boleh untuk di jadikan Perkampungan, sehingga Pada tanggal, 17 Juni 1955 mereka mulai merintis jalan raya untuk dijadikan perkampungan hingga sampai ke Sungai Puna dan Selesai pada hari itu juga, pada tanggal 18 Juni 1955 mereka mulai mengukur perkintalan dengan ukuran 40 X 50 per Kital, kemudian dibagi Lima Belas kintal untuk Lima belas KK yang merupakan Penduduk pertama yang ada pada waktu itu. Dan di angkat sebagai pasule pada waktu itu, yaitu tahun 1956 An. Bapak. S .Tangkuna dan pada waktu itu masi berpegang di desa Tangkura sebagai Dusun dan belum mempunyai nama di wilaya itu. Pada tahun 1957 Jumlah KK yang sudah membuat rumah dan tinggal menetap sebanyak 40 KK Terus di ajukan permohonan Pemekaran kepada Pemerintah Kabupaten poso yang disponsori oleh Bapak.S.Adji bersama bapak Mentri Kabupaten Poso pada saat itu An. Bapak. Malindo. Toko-Toko masyarakat mulai merembuk apa nama Kampung yang akan di ajukan ke Kabupaten.
Dengan berbagai pendapat dari masing-masing peserta rapat pada saat itu, sampai akhirnya terjadi selisi pendapat antara dua kubuh yang saling mempertahankan calon nama Kampung yang akan di gunakan, sehingga pertemuan tersebut bubar dengan tidak mendapat kesimpulan yang baik. Melalui beberapa Tokoh Masyarakat yang diketuai oleh Bapak Molindo mereka mencoba menyelesaikan permasalahan yang ada dengan mempertemukan kedua kubuh yang berselisih pendapat tersebut, dan setelah dilaksanakan komunikasih yang baik pada saat itu, serta untuk menghindari agar permasalah tersebut tidak meluas, terutama sampai kepada Kepala Desa Tangkura pada saat itu maka kedua kubuh sepakat untuk diselesaikan dengan cara damai, dan untuk menutupi permasalahan tersebut maka Tokoh Masyarakat yang menyelesaikan permasalahan tersebut memetik tumbuhan liar yang berbunga dan berbau harum sebagai simbol bahwa permasalahan tersebut telah selesai dan tidak tercium keluar karena tertutup bau harum Tumbuhan tersebut. Dan pada saat itu juga timbul pemikiran bahwa simbol tersebut sangat tepat untuk dijadikan Nama Kampung, sehingga disepakatilah untuk menjadi Nama Kampung adalah PATIWUNGA yang artinya PETIK BUNGA yang merupakan simbol penyelesaian masalah.
Pengajuan untuk pemekaran tersebut diterima oleh Pemerintah Kabupaten Poso, sehingga ditetapkanlah menjadi Kampung Patiwunga pada Tanggal, 22 Januari 1957. Pada saat itu diangkat sebagai Kepala Kampung Pertama yaitu Bapak. A.Torisumbi dan sebagai Pasule Bapak S. Tangkuna. Pada tahun itu juga terjadi pergolakan Permesta dan Kepala kampung yaitu Bapak.A.Torisumbi melarikan diri ke Desa Tampemadoro, setelah pergolakan Permesta tidak ada lagi maka diangkat sebagai Pejabat sementara pada waktu itu yaitu Bapak S. Tangkuna, Empat bulan kemudian di adakan pemilihan Kepala Kampung, dan yang terpilih pada saat itu adalah Bapak. M. Lande’eo. Di lantik Pada tanggal 22 januari 1959 dan sebagai Pasule adalah Bapak. R. Mohama yang bertugas sampai dengan tanggal 16 April 1962. Kemudian digantikan oleh Bapak.R.Mohama sebagai pejabat sementara, sebap Bapak.R.Mohama sebagai Pasule pada waktu itu. Kemudian Bapak Camat langsung mengangkat Bapak.R.Mohama menjadi kepala Kampung sampai pada tahun 1970, kemudian bapak tersebut mengundurkan diri. Selajutnya digantikan oleh Bpaka.A.Terendo yang menjabat sampai dengan Tahun 1972. Dan Tanggal 01 Pebruari 1972 diangkat kembali Bapak.R.Mohama menjadi Kepala Kampung dan menjabat sampai dengan Tahun 1978. Selanjutnya digantikan oleh Bapak.N.Sangi. sampai dengan tahun 1983, selajutnya digantikan oleh Bapak. M. Bakumawa sebagai pejabat sementara sampai dengan tahun 1984. selanjutnya digantikan oleh Bapak. A. Balanda sampai dengan tahun 1995. Kemudian di gantikan oleh Bapak. Jhoni Nggala yang menjabat sampai dengan tahun 1999. Bapak. Jhoni Nggala pada saat itu meninggalakan Desa Patiwunga pada Tahun 1999 karena terjadinya Konflik poso, kemudian pada tahun 2001 setelah Wilayah Kabupaten Poso Aman kembali dari Konflik yang ada maka ditunjuk Bapak.Y. Mohama untuk menjabat Sementara Desa Patiwunga sampai dengan 2003. Pada tanggal 21 Maret tahun 2003 dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa Definitif dan yang terpilih pada saat itu adalah Bapak.S.Tolabada. Oleh karena istri dari Bapak. S. Tolabada yang menjabat sebagai Pendeta Jemaat Torsina Patiwunga mendapat Mutasi ke Desa Tomata sebagai Pendeta Jemaat Tomata maka Bapak. S. Tolabada memutuskan untuk mengundurkan diri dan mengikuti istri di Desa Tomata. Kemudian pada Tahun 2005 dilanjutkan oleh Bapak.Jultian. Lamasigi sebagai Penjabat sementara Desa Patiwunga sampai dengan Tahun 2007. Pada Tahun itu juga dilaksanakan pemilihan Kepala Desa Definitif maka terpilih kembali Bapak. Jhoni. Nggala, yang menjabat sebagai Kepala Desa Patiwunga sampai dengan Bulan Mei 2010. Oleh karena satu dan lain hal sehingga Bapak. Jhoni. Nggala mengundurkan diri dari Jabatan Kepala desa Patiwunga, dan kemudian digantikan kembali oleh Bapak. Jultian Lamasigi sebagai Pejabat sementara Kepala desa Patiwunga sampai dengan bulan Agustus Tahun 2011.
Kemudian dilakukan pemilihan Kepala Desa Definitif pada bulan Agustus 2011, dan yang terpilih sebagai Kepala Desa Definitif adalah Bapak. Kostandi Toheba Periode 2011 – 2017. Tahun 2018 diangkat PJS atas nama YUSAK MPOIDE seorang pegawai kecamatan Poso Pesisir Selatan dan Tahun 2019 dilakukan pemilihan Kepaqla Desa Patiwunga dan yang terpilih adalah Bapak. Kostandi Toheba untuk Periode 2019 – 2024.